
Kawasan Trowulan, Mojokerto, merupakan pusat Kerajaan Majapahit abad ke-14 yang menyimpan banyak peninggalan bersejarah. Namun, sebagian besar struktur kuno kota ini masih terkubur misterius di bawah tanah.

Tantangan: Meneliti Tanpa Merusak Situs
Metode penggalian langsung (ekskavasi) tanpa data awal berisiko tinggi merusak struktur bata merah kuno. Diperlukan teknologi canggih yang bersifat non-destruktif (tidak merusak) untuk memetakan isi tanah Trowulan.
Solusi JER: Membaca Bawah Tanah dengan GPR
Teknologi ini memancarkan gelombang elektromagnetik ke dalam tanah. Ketika gelombang mengenai struktur kuno seperti pondasi candi, tembok bata, atau saluran air, sinyal akan memantul kembali dan terekam sebagai peta penampang beresolusi tinggi secara real-time tanpa perlu menggali tanah.

