Geomagnetik

Metode Geomagnetik

Layanan Survei Geomagnetik untuk Eksplorasi Cepat dan Luas

Survei geomagnetik melalui metode aeromagnetik merupakan layanan geofisika udara unggulan yang dirancang untuk mengukur variasi anomali medan magnetik bumi secara regional maupun detail. Dalam pelaksanaan survei geomagnetik, Jelajah Energi Resources mengintegrasikan teknologi drone UAV dengan sensor magnetometer bersensitivitas tinggi, sehingga pemetaan struktur geologi bawah permukaan dapat menjangkau area ekstrem tanpa terkendala oleh sulitnya akses medan topografi di darat.

Penerapan survei geomagnetik udara ini terbukti sangat efektif untuk mendeteksi zonasi alterasi, mengidentifikasi struktur sesar atau patahan, serta memetakan sebaran batuan berkemagnetan tinggi secara presisi. Dengan memilih metode survei geomagnetik, perusahaan tambang dan pengembang proyek dapat memperoleh data eksplorasi komprehensif yang mencakup area ratusan hingga ribuan hektar secara cepat, efisien, dan beresolusi tinggi.

Kelebihan Geomagnetik

Metode Pasif & Non-Destruktif: Pengukuran memanfaatkan medan magnet alami bumi tanpa perlu menginjeksikan arus atau merusak kondisi lingkungan fisik di lokasi survei.

Efektif Memetakan Struktur Bawah Permukaan: Sangat andal dalam mendeteksi batas formasi batuan, zona alterasi hidrotermal, intrusi batuan beku, serta struktur geologi regional seperti sesar atau patahan.

Sensitivitas Tinggi terhadap Mineral Magnetik: Mampu membedakan kontras suseptibilitas batuan secara kontras, ideal untuk eksplorasi bijih besi, emas tipe porfiri/epithermal, pasir besi, maupun mineralisasi logam terkait.

Layanan Kami

EKSPLORASI MINERAL

Pemetaan anomali magnetik untuk mendeteksi sebaran mineral logam, batuan dasar (basement), serta melokalisir zonasi pembawa bijih ekonomis secara luas dan cepat.

PANAS BUMI (GEOTHERMAL)

Identifikasi batas zona reservoar panas bumi melalui pemetaan variasi sifat magnetik batuan akibat pengaruh panas bawah permukaan.

PEMETAAN STRUKTUR

Delineasi pola struktur geologi skala besar seperti jalur patahan (sesar), lipatan, dan intrusi batuan guna mitigasi bencana serta analisis awal kelayakan infrastruktur.

Data
Geomagnetik

Representasi sebaran nilai anomali medan magnet (Total Magnetic Intensity). Memetakan kontras suseptibilitas batuan untuk memandu penentuan target eksplorasi.

geomagnetik

Komoditas Target Survei Geomagnetik

Mineral Logam Utama & Logam Mulia

Eksplorasi logam ini memanfaatkan sifat magnetik langsung dari bijih mineral (seperti magnetit dan pirotit) atau mendeteksi zona ubahan (alterasi hydrothermal) dan struktur geologi yang menjebak logam mulia.

  • Bijih Besi (Iron Ore): Komoditas utama yang paling mudah dideteksi karena kandungan mineral magnetitnya yang sangat kuat.
  • Tembaga (Copper): Terutama pada sistem endapan porphyry copper dan deposit IOCG (Iron-Oxide Copper-Gold).
  • Emas (Gold) & Perak (Silver): Emas sendiri tidak magnetik, namun survei aeromagnetik digunakan untuk memetakan struktur patahan/sesar, urat kuarsa (vein), dan zona alterasi yang menjadi tempat berkumpulnya emas epithermal.
  • Nikel & Kromium: Digunakan pada eksplorasi nikel laterit dan batuan ultramafik yang kaya akan kromit dan besi-nikel.
  • Sulfide Masif (VMS): Endapan logam dasar kelompok vulkanogenik yang kaya akan kandungan besi sulfida.

Komoditas Energi (Panas Bumi)

  • Panas Bumi (Geothermal): Digunakan untuk mendeteksi hilangnya sifat magnetik batuan akibat demagnetisasi termal (suhu tinggi di bawah permukaan yang merusak sifat magnet batuan) guna melokalisasi kantong magma atau sumber panas.

Logam Tanah Jarang & Logam Kritis

Untuk mendukung industri teknologi tinggi dan energi bersih, survei aeromagnetik menjadi standar utama dalam melacak batuan pembawa mineral kritis:

  • Litium, Kobalt, & Mangan: Mendeteksi struktur rekahan pada batuan pegmatit LCT (Lithium-Cesium-Tantalum) yang menjadi rumah bagi mineral litium.
  • Logam Tanah Jarang (LTJ): Memetakan kompleks batuan alkali dan karbonatit yang menjadi sumber utama LTJ.

Komoditas Non-Logam

  • Bauksit: Mendeteksi penyebaran lapisan batuan penutup dan formasi geologi pembawa aluminium oksida.
  • Granit, Andesit, & Basalt (Batu Belah): Memetakan volume, bentuk geometris batuan, dan ketebalan lapisan tanah penutup (overburden) sebelum dilakukan penambangan terbuka (quarry).
survey geofisika

Survey Subsurface

Percayakan Survey Bawah Tanah Anda bersama Jelajah Energi Resources!