Survey Geolistrik
Metode Geolistrik
Metode Geolistrik merupakan salah satu pilar layanan geofisika di Jelajah Energi Resources. Kami memanfaatkan metode resistivitas (tahanan jenis batuan) untuk memetakan struktur dan kondisi lapisan sub-permukaan bumi secara non-destruktif.
Dengan dukungan instrumen canggih Geomative GD-20 Multi-Electrode, tim ahli kami mampu menyajikan pencitraan bawah permukaan beresolusi tinggi dengan akurasi data yang dapat dipertanggungjawabkan untuk kebutuhan eksplorasi, geoteknik, maupun hidrogeologi.
Kelebihan Geolistrik
Real-Time Data Preview: Akurasi dan validitas data penampang batuan dapat dianalisis detik itu juga langsung di lapangan.
Efisiensi Waktu & Biaya: Deteksi dini anomali atau noise memungkinkan koreksi instan di lokasi, menghilangkan risiko pembengkakan budget akibat mobilisasi survei ulang.
Data Berkualitas: Memastikan seluruh raw data yang diambil 100% valid dan siap diolah langsung ke tahap pemodelan lebih lanjut (3D inversion modeling).
Layanan Kami
Eksplorasi Tambang
Pemetaan sebaran batubara, mineral ekonomis, serta perhitungan estimasi lapisan tanah penutup (overburden).
Studi Hidrologi
Pencarian letak akuifer air tanah dalam (deep well) untuk kebutuhan industri, domestik, maupun kebutuhan teknis penambangan (dewatering).
Geoteknik & Struktur Batuan
Identifikasi bidang gelincir rawan longsor, deteksi rongga/goa bawah tanah, serta investigasi kelayakan fondasi batuan untuk konstruksi.
Hasil Data Geolistrik
Data survei berupa penampang resistivitas 2D yang menunjukkan variasi lapisan batuan di bawah tanah.
Resistivitas
Metode Resistivitas mengukur seberapa kuat tanah atau batuan di bawah sana dalam menahan aliran listrik.
Setiap material bumi punya kemampuan hantar listrik yang berbeda. Air, tanah basah, dan logam adalah konduktor yang baik (resistivitas rendah). Sebaliknya, batuan padat yang kering atau pasir kuarsa akan menahan arus listrik (resistivitas tinggi).
Fungsi Utama:
Mencari Sumber Air Tanah (Akuifer): Sangat efektif untuk memetakan zona basah atau lapisan tanah yang menyimpan air bersih.
Memetakan Lapisan Batuan (Geoteknik): Digunakan sebelum pembangunan infrastruktur untuk mengetahui kedalaman batuan keras (bedrock) dan mendeteksi adanya rongga atau retakan di dalam tanah.
IP
Metode IP mengukur kemampuan batuan untuk menyimpan muatan listrik sementara waktu.
Ketika arus listrik dialirkan lalu tiba-tiba dimatikan, batuan tertentu tidak langsung kehilangan dayanya, melainkan melepaskan energinya secara perlahan. Kecepatan pelepasan energi inilah yang direkam oleh metode IP.
Fungsi Utama:
Eksplorasi Tambang Mineral Logam: Metode IP adalah “senjata utama” untuk mendeteksi keberadaan bijih logam (seperti emas, tembaga, besi, atau perak).
Mendeteksi Kandungan Lempung (Clay): Membantu membedakan apakah suatu lapisan bawah tanah berisi air bersih atau justru dipenuhi lempung/tanah liat yang tebal, karena lempung memiliki resistivitas yang tinggi.
Survey Subsurface
Percayakan Survey Bawah Tanah Anda bersama Jelajah Energi Resources!